Selasa, 25 April 2017

Masih Bisa Tidur Siang dengan Bisnis Online

Aku sudah mulai ber-bisnis online sejak tahun 2013. Saat itu dimulai dengan berjualan aksessoris seperti gelang, cincin, dan liontin yang aku ambil dari Hongkong dan China. Sedangkan fokus ke mukena dimulai sejak perpindahanku dari Banda Aceh ke Depok. Mengapa akhirnya aku tertarik dengan bisnis online mukena?
Alasan pertama, ternyata mukena memang sangat banyak peminatnya terutama menjelang Ramadhan dan lebaran. Selain itu, tidak seperti pakaian, mukena ini juga tidak perlu pusing dengan size yang harus bermacam-macam. Sedangkan pakaian, setiap size harus kita sediakan. dan akan ada kemungkinan beberapa size ini kurang peminatnya. Ini adalah contoh mukena yang sudah aku produksi sendiri, dan berlangsung sampai produksi ke 4:

                               

Senin, 24 April 2017

My Skincare Routine (Clinique, Laneign) + Review SK II dan Erha 21

Lama sekali tak pulang ke rumah ini. Aku terbuai dengan dunia lain selain tulis menulis. Dunia keluarga dan pernak-perniknya tentu. Sejak tulisan terakhir, setelah lebaran, asisten rumah tanggaku yang bekerja setengah hari berhenti bekerja. Maka jadilah aku mengerjakan semuanya sendiri sampai sekarang. Semua? Ya ... se mu aaaa. Mulai dari mencuci piring, pakaian, menjemur, menyetrika, menyapu, mengepel, membereskan kamar, lap ini, lap itu, dan sesekali memasak (karena terkadang juga beli diluar), hingga wajahku sering sekali terkena debu.

Ntahlah, menurut pengamatanku terhadap wajah ini yang sebelumnya tak banyak masalah terutama jerawat, jerawatku mulai tumbuh sejak aku berkutat dengan debu dan teman-temannya, ditambah juga belakangan aku rutin berenang. Jadi selain berjerawat, wajahku juga menghitam, nggak sehatlah karena terlalu sering terkena air kolam renang yang banyak kaporitnya. Memang sih, jerawat yang muncul itu cuma 1 atau dua silih berganti, tapi cukup mengganggu. Belum lagi wajah juga bruntusan akibat air kolam renang.

Sebelumnya untuk wajah, aku puas hanya dengan memakai Clarifying Toner Lotion 2 dari Clinique untuk membersihkan wajahku, dan lalu pakai Sunscream dari Dr. Ritut (Klinik kecantikan dan akupuntur Medan).

Pakai Toner Clinique ini sudah cukup lama, sejak kuliah sekitar tahun 2000, yang waktu itu aku juga rutin pakai 3 step nya. (Sabun, toner, krim). Namun sejak menikah, sabun dan krim aku pangkas untuk menghemat pengeluaran, dan aku ganti dengan merk lain (Biasalah, apalagi setelah punya anak, perlengkapan dan pempers anak lebih penting kaaan). Ketika anak-anak sudah bebas ASI semua, baru aku pakai Sunscream dari Dr. Ritut.

Banyak yang bilang, wajahku bersih, cerah, glowing, dan tanpa masalah. Cerahnya bukan putih merah-merah ala krim dokter biasanya, tapi cerah secukupnyalah. Kalau dibandingkan dengan leher...warnanya sama. Asal bukan dengan punggung telapak tangan ya, secara selama di Depok, aku selalu naik motor tanpa pelindung tangan. Jadi, punggung telapak tanganku lebih hitam.


Aku yang tengah.

Minggu, 10 Juli 2016

Stupid Ending of Reply 1988

Selama blog ini dibuat, rasanya belum sekalipun aku menulis review drama korea yang aku tonton. Tapi untuk drama yang satu ini, jariku gatal ingin menulis dan mengeluarkan uneg-uneg yang membuat aku sakit kepala setelah melihat Ending Reply 1988.

Dari tiga drama seri Reply yang ditulis oleh Lee Woo Jung, sebelumnya hanya Reply 1997 yang baru aku tonton. Jujur saja, peran Ryoo Joon Yeol dalam Lucky Romance yang membawaku menonton Reply 1988. Pemeran utama di drama Lucky Romance ini bagiku adalah wajah baru. Tidak ganteng, matanya terlalu sipit, tapi kok ya aktingnya bikin aku pengin nonton dramanya yang lain.


Aku coba tonton episode 1 dan 2, ternyata sudah jatuh hati. Tak salah lagi, tetap jatuh hati dengan karakter Jung Hwan dan Duk Sun. Dari awal memang sepertinya dua karakter ini yang pantas menjadi pasangan suami istri yang sedang diwawancai di masa depan dalam tampilan-tampilan beberapa episode. Terlebih, sudah merasa ikut nelangsa dan frustasi dengan beberapa kesalahpahaman hubungan Jung Hwan dan Duk Sun.  Seperti kemeja Pink yang dipakai oleh Jung Bong, lalu langkah mundur Jung Hwan ketika mendengar pengakuan Taek yang ternyata juga menyukai Duk Sun, Telatnya langkah Jung Hwan ketika ingin mengejar Duk Sun di sebuah konser dan akhirnya didahului Taek, dan lagi-lagi Jung Hwan kalah cepat dari Taek ketika ingin menenangkan Duk Sun yang duduk sendiri setelah melihat hasil konseling sekolahnya.
Dan beberapa adegan yang membuatku jatuh hati dengan karakter mereka.

Kamis, 16 Juni 2016

Program Ramadhan "Buat tabelnya, Pakai angka, Konkrit, dan Laksanakan!"

Ayahnya lagi di Bandung, Mamanya juga berhalangan sholat. Tarawih harus tetap terlaksana, ya kan Nak.
Awal sebelum puasa, kami berdiskusi ringan tentang target capaian ramadhan kali ini. Tak usah aku, tak usah pula ayahnya yang aku ceritakan. Tapi dua krucil ini.
Kukatakan, "Mama baru mendengar tausiah seorang ustadzah beberapa waktu lalu. Katanya; Jika ingin punya pencapaian yang lebih baik, jangan cuma niat aja. Tapi buat tabel dan angka secara kongkrit. 
Kalau mau tilawah, berapa kali khatam?
Kalau mau sedekah dan infak, tulis nominalnya di tabel.
Kalau mau murojaah, targetkan berapa persen dari jumlah hafalan.
Ingin menambah hafalan? Tulis jumlah juz nya.
Buat tabelnya, pakai angka, konkrit, dan laksanakan!"

UMROH DENGAN AHZA YANG BARU SAKIT



 UMROH DENGAN AHZA YANG BARU SAKIT





Ada banyak hal yang terjadi sebelum keberangkatan. Jadwal yang mepet, rumah yang kemalingan, Vaksin yang telat, banyaknya jadwal Hamdi dan Ahza, dan Ahza yang sakit hingga harus masuk Rumah Sakit sampai waktu keberangkatan.
Ketika harus mengurus paspor dan Vaksin, aku bingung mengambil waktu, karena bertepatan dengan Try Out Hamdi. Belum lagi Ahza yang demam dan tak kunjung sembuh hingga tak bisa ikut vaksin. Ditunggu hari berikutnya...berikutnya...berikutnya...tetap belum sembuh. Padahal sudah 2 kali ke dokter, 2 kali habis obatnya, dan banyak minum vitamin.

Minggu, 10 Januari 2016

Mencari Sekolah Lanjutan Untuk Hamdi

"Mencari Sekolah Untuk Muhammad Hamdi Kurnia Rahman"

Malam. Tiba-tiba kembali bingung memasukkan Hamdi ke sekolah lanjutan yang mana. Awalnya, Ayah Hamdi menyarankan untuk masuk pesantren. Hamdi oke oke saja. Tapi aku berat.
Nah, Oke oke sajanya Hamdi ini, kalau aku baca sih, karena dia ingin menuruti keinginan kami. Bukan karena dia yang minta.

Walau Berat, tetap akhirnya survey salah satu pesantren yang jadi incaran, di perbatasan Bogor dan Sukabumi. Pesantren Al-Kahfi namanya (http://www.pesantrenalkahfi.com/home).

Selasa, 01 Desember 2015

Pengumuman Pemenang GA Toko Online www.ahzaaufa.com

Pengumuman Pemenang GA Toko Online www.ahzaaufa.com

Penilaian berdasarkan:

1. Isi tulisan : 60%
2. Jumlah klik backlink (berdasarkan data statistik toko online www.ahzaaufa.com): 30%
3. komentar: 10%


Pemenang 1 Aireni Biroe
    Link Blog: http://www.airenibiroe.com/2015/11/buka-bukaan-tentang-gamis.html
Mendapatkan hadiah: 1 buah mukena dan gamis cantik dari Ahza D'toko

Pemenang 2Dwi Puspida Nurmalinda
      Link Blog: http://www.dwipuspita.com/2015/11/aku-ingin-mempunyai-gamis-dan-mukena.html
Mendapatkan hadiah: 1 buah mukena terusan dari Ahza D'toko

Pemenang Hiburan: 
1. Leyla Imtichanah
      Link Blog: http://www.leylahana.com/2015/11/lebih-nyaman-dengan-gamis.html
2.  Khoirur Rohmah
      Link Blog: http://coretanrohmazha.blogspot.com/2015/11/ceritaku-tentang-gamis-dan-mukena.html
Mendapatkan 1 buah voucher belanja di Ahza D'toko senilai Rp 50.000 yang akan dikirimkan melalui email.


Selamat ya untuk para pemenang. Bagi pemenang 1 dan 2, harap mengirimkan alamat lengkap dan No hp melalui email: ahza@ahzaaufa.com
Sedangkan bagi pemenang hiburan, harap mengirimkan email tujuan pengiriman kode voucher belanja ke ahza@ahzaaufa.com

Terima kasih pula yang sebesar-besarnya kepada semua peserta yang telah mengikuti GA ini. Oh ya, Insya Allah tetap akan ada event bagi-bagi hadiah lagi di lain waktu.