Jumat, 19 Januari 2018

Review Menginap di Rumah Pohon Leo dan Berkeliling di Taman Buah Mekarsari

Aku mau sharing penginapan lagi. Kalau dua yang sebelumnya kan tentang penginapan perkotaan, nah yang ini adalah penginapan nuansa alami, Rumah Pohon LEO.
Kalau ada yang mengikuti dan sudah membaca postinganku tentang anakku yang senang sekali dengan hewan, nah ini adalah hari yang sama setelah kami berkunjung dari Taman Reptil, TMII.
Harusnya jadwal check in jam 2 siang, tapi karena kelamaan di TMII, akhirnya nyampe Rumah Pohon hampir magrib.
Di Taman Buah Makarsari ini hanya ada 5 Rumah Pohon, dan saat aku sampai sudah ada 3 keluarga lain yang disana.
Lega, karena aslinya tak beda dengan foto-foto di website. Tempatnya memang asri sekali, sangat alam dan banyak terdengar suara hewan malam yang buatku indah (lebih-lebih pas paginya, suara burungnya merdu-merdu).
Kami berkeliling sebentar menikmati sisa senja lalu lanjut sholat magrib.
Selesainya sholat magrib, kami bersiap kebawah untuk menyusun makanan yang akan dibakar-bakar.
Oh ya, perlengkapan bakarannya sudah disediakan oleh Rumah pohon. Kalau kita tidak bawa bahan makanannya, bisa juga membeli ikan atau ayam dari mereka untuk dibakar. Tapi, kami sudah membawa sosis, dan ubi cilembu buat dibakar-bakar.
*khusus untuk besi panggang untuk tempat sosis, aku bawa sendiri. Soalnya agak ragu kalo alat pemanggangnya bekas yang lain. Walau itu sudah dicuci.
Nah, soal nyamuuk, memang lumayan si, secara tempatnya memang hutan yaa. Kalo nggak mau ada nyamuk, ya jangan ke hutan hehehe..
Tapiiii, setelah bara api buat memanggang dihidupkan, nyamuk-nyamuk pada kabuuuur. Udah nggak ada lagi nyamuk yang mendekat.
Walaupun ini rumah pohon, tapi ada air panasnya juga loh buat mandi. Jadinya seger banget mandi sehabis panggang-memanggang.
35463670010_5574ddf83a_z.jpg
35042228183_8265a13194_m.jpg 35719732771_9e7cc20370_m.jpg 35810987076_06f69952e9_m.jpg35669058392_0bfc65b649_m.jpg
Screen Shot 2018-01-18 at 7.39.29 PM.png
Olah raga pagi dan sarapan yang menyenangkan. Sehabis subuh, kami jalan pagi menuju danau dan tempat Outbond. Tapi Ahza kelelahan ditengah jalan, maka cuma ayahnya dan Bang Hamdi yang lanjut sampai ke Danau.
Menghirup pagi disini, sudah pasti menyegarkan. Apalagi ketika kembali ke Rumah Pohon, langsung disediakan sarapan sambil duduk-duduk santai di halaman luasnya.
35810709026_8d944f3a35_z.jpg
Screen Shot 2018-01-18 at 10.11.18 PM.png
Selanjutnya kami berkeliling Taman Buah Mekarsari yang diawali dengan melihat berbagai jenis buah. Anak-anak belajar menanamnya, dan bibit yang ditanam boleh dibawa pulang (yeayyy membawa 6 pot tanaman).
Selain menanam, beberapa kebun buah yang disinggahi juga membolehkan untuk membawa buahnya atau meminum jus buah yang dihasilkan.
Sebenarnya, membawa pulang tanaman yang ditanam, lalu minum jus buahnya, diberikan juga buah yang unik, mencicipi buah melon, itu sudah masuk paket tour Family Train.
35834839395_eac63d2a05_z.jpg 
34994720104_a9d1ccc276_m.jpg34991778844_4403f2961a_z.jpg
34994324254_423ca56a70_m.jpg 35024663233_b56ffe1cf4_m.jpg 35666129092_3a0e455874_m.jpg
35696783561_014c79cf76_z.jpg
35447508890_57206147d0_m.jpg35666827912_14e70f19dd_m.jpg35702081491_606a875749_m.jpg
Berkuda, memancing, melukis caping, menonton Sains.
Sebenarnya, menanam tumbuhan, menangkap ikan, melukis caping ini sudah pernah mereka lakukan dari program sekolah mereka. Hamdi juga pernah waktu masih SD di tempat berbeda.
Tapi Berhubung tujuan utama kami adalah menginap di Rumah Pohon dan melakukan kegiatan di sekitarnya, ya sekalian aja dijalani lagi.
Ada insiden kecil yang terjadi dua kali ketika itu. Dan kedua pemeran utama dari insiden ini adalah "Ahza".
Pertama Ahza tiba-tiba menghilang saat kami ingin makan di warung, padahal aku yakin sekali dia berada dibelakangku waktu masuk tempat makan. Waktu kami duduk dan memesan makanan, Ahzanya tidak ada. Ayahnya menunggu Ahza di tempat makan, aku dan hamdi berkeliling.
Mulai panik, aku langsung ke pusat informasi dan diumumkan 3 kali. Ahza masih belum datang, aku meminta petugas pengumuman teater juga mengumumkan di sekitar teatar sains.
Ahza masih belum ketemu. Aku mulai panik karena sudah agak lama dari terakhir melihat Ahza, Ahza masih belum aku temukan. Pikiranku mulai kalut di jalanan.
Tapi, tiba-tiba muncul Ahza yang menangis dari warung tempat kami akan makan (seharusnya), sambil bilang "Ahzaa kan baru bangun bobok, kok dimarahiiii."
Ternyata Ayahnya menemukannya di warung itu sedang tertidur di kursi lain. Mungkin karena aku udah panik duluan, justru yang di dalam warung tidak aku perhatikan.
Leganyaa aku waktu melihat Ahzaa, langsung aku gendong. Aku peluk-peluk sambil nangis.
Si Ayah menemukannya waktu Ahza terbangun dan mengangkat kepalanya. Sontak, dan refleks si ayah memarahi Ahza karena dikiranya "Ahza ngambek sampai tertidur".
Ya ya.. sebelumnya Ahza memang kesal karena tidak jadi ke WaterKingdom", jadi dikira ayahnya, Ahza sengaja duduk di meja lain.
"Ahza liat tuh Mama sama Abang udah keliling-keliling nyariin Ahza dari tadi." Marah Ayahnya.
"Ahza kan boboook. Ahza pikir tadi ayah sama mama pilihnya di meja itu. Ya udah ahza duduk, trus ketiduran." Sahutnya sambil terisak.
Aku peluk-peluk Ahza sambil memasuki gedung teater sains. Di sana Ahza masih sebel dimarahi Ayah. Ahza nggak mau duduk dekat Ayah. Ayahpun sama, kesal juga sama Ahza karena bobok nggak bilang-bilang dan bikin panik. Hehehehe.
Sehabis nonton sains, dua ayah dan anak itu rekonsiliasi dengan memancing. Ketawa-ketawaan lagi, manja-manjaan lagi. Dan emaknya yang bete nungguin mereka mancing lamaaaaanyaaaa. Ampuun deh.
Insiden ke dua, Ahza baru sadar kalau tasnya yang berisi Hp ketinggalan di toilet sejak mau sholat Dzuhur, sedangkan sadarnya sudah jam 5 sore.
Astagaaa... langsung kami berlari ke toilet, tas tak ada.
Lalu ke pusat informasi.... Alhamdulillah, tas dan ho nya ada yang membawanya ke pusat informasi untuk disimpan.
Ah... ahzaaa ahzaaa...
34991565024_f8970fef0d_m.jpg 35019666363_dc7382cc1e_m.jpg 35830916585_61eb026525_m.jpg
35795575166_ab97db37c9_z.jpg
Biaya menginap di Rumah Pohon Leo dan keliling Taman Buah Mekarsari:
Rumah Pohon: Rp 990.000 per malam dengan fasilitas kamar seperti di foto. Rumah pohon hanya ada 5, ada yang pakai dapur dan ada yang tidak. Harganya tetap sama. Dengat harga itu, Rumah pohon juga menyediakan tour keliling Mekarsari dengan menggunakan kereta keliling umum. Bedanya dengat Family train, kereta ini berbarengan dengan pengunjung lain, dan waktunya singkat.
Family Train: Rp 650.000 (maximal 6 orang).
Dengan fasilitas:
Kereta ekslusive 2 jam
Tur Greenland untuk 6 orang
Bertanam tabulampot (6 pot)
Lukis caping 4 unit
Wisata berkuda anak 2orang
Menontonton pertunjukan sains
Air mineral 8 botol
Soft drink 8 botol
Wisata memancing 2 set
Tapi jika membawa mobil pribadi, sebenarnya tidak perlu mengambil paket Family Train. Karena mobil khusus yang menginap diperbolehkan masuk sampai di Rumah Pohon. Jadi ya bisa menggunakan mobil pribadi saja berkelilingnya. Waktu itu kami belum terlalu faham, padahal mobilnya dibawa masuk.

Senin, 15 Januari 2018

"We Time" di Merlynn Park Hotel.

25 Desember 2017, bukan suatu yang direncanakan sebenarnya, tiba-tiba Bang suami bilang kalau beliau sudah booked hotel di Jakarta buat liburan berdua. Wow, berdua? Iya, soalnya anak-anak sedang menghabiskan liburan mereka dengan agenda yang berbeda. Anakku yang sulung, Hamdi, mengikuti program liburan di Kampoeng Inggris, Pare. sedangkan Ahza menghabiskan waktu liburan dengan mengikuti program Tahfidz di Mega Mendung, Puncak, Bogor.
Maka, tinggallah kami berdua. dan aku baru ngeh, kalau ada hari libur di tanggal 25 dan 26 Desember. Ya sebenarnya sih, bisa sejak tanggal 23 Desember dianggap liburan, tapi berhubung Hamdi baru berangkat ke Pare tanggal 25 Desember, jadi ya kalaupun mau menginap di hotel berdua, harus setelah Hamdi berangkat.
Hamdi berangkat pagi bersama dengan rombongan sekolahnya. Lalu dimulailah giliran Mama dan Ayahnya yang packing untuk "we time" berdua dengan agenda:
  • Makan siang di Rumah Makan Aceh dan merasakan kembali aroma bumbu Aceh yang bikin aku terngiang akan Aceh.
  • Check in Hotel Jam 2 siang
  • Makan malam di Bubur Kwang Tung. Pak suami pengen banget ngajak aku makan di sini. Katanya restoran ini buka 24 jam tapi selalu antri. Dan ternyata memang benar.
    Hmmm.. soal harga, bubur ini lumayan yaa.. soalnya nggak cuma makan bubur doang, tapi ada side dish nya, Seperti udang rebus, Kepiting dimasak aneka macam, dan lain sebagainya. Total biaya yang kami habiskan untuk makan berdua disini sekitar Rp 500.000. Serius aku kaget, tapi Paksu nggak. Soalnya beliau beberapa kali mengajak kliennya makan atau pesan buat sarapan pagi di bubur Kwang Tung ini (Kalau perut sedang mengulah, cocok sih sarapan pakai bubur Kwang Tung ini). Ya kalau cuma bubur ayam doang tanpa embel-embel kepiting, udang rebus dan lainnya, harga buburnya sekitar 50 rb sampai 80 rb. Buatku sih, tetep mahal ya, tapi untuk ukuran restoran, mungkin standarnya begitu ya. Tapi memang beda kok ini rasa buburnya, aroma dan rasa buburnya lebih segar.
Jadi katanya, "Masa istri sendiri belum diajak makan disini."
Yo wess, sekali-sekali aja. ataaauuu... sekali untuk selamanya.....hehehehe...
Kalo berkali-kali, nggak bisa nabung nanti kita.
  • Agenda lainnya, Pijat reflesi. Iya, aku paling senang kalo dipijat, meregangkan otot-otot sambil ngorok, hihihihi...
  • Lalu Menghabiskan waktu di Hotel sampai Checkout
Gimana sih Hotel Merlynn Park itu? Kami memesan dari mana? Skalanya ini hotel bintang berapa? oke nggak?
Sip, sekarang mari kita mulai menelusuri Hotel ini.
Awal kedatangan, kami check in tepat pukul 14.00 WIB. Proses Check in tidak terlalu lama, tapi cukup buatku untuk mengobrol sebentar dengan sesama tamu yang juga sedang liburan beserta keluarga. Lalu suami memanggilku, kami menuju kamar Armani Suite, dengan fasilitas:
Mini Bar & Snacks
LED TV
Tea & Coffee Maker
Safety Deposit Box
Satellite World Channels
Fast Internet Services
Lugagge Rack
Iron Board
Luxurious Bathroom
Ketika aku membuka kamar tersebut, seperti halnya hotel-hotel lain, yang ditemukan pertama kali tentu adalah pintu kamar mandi. Aku membuka kamar mandi dan puas dengan kamar mandinya yang luas berisi Shower di ruang kaca, Bathup yang cukup besar dan dua toilet dan cermin yang sangat besar, juga pengering rambut. Kamar mandinya bersih, saaangat bersih.
Screen Shot 2018-01-11 at 1.24.46 PM.png
Kami memeriksa ruangan lain, yaitu kamar yang luas dan juga area Mini bar/tea spot alias area nge teh berdua. Di dalam kamar dilengkapi dengan sebuah tempat tidur King yang menghadap ke Jendela dan langsung terlihat pemandangan kota, juga lampu-lampu kota jika malam tiba. Tempat tidur diletakkan sedikit menyerong dan tidak menempel di dinding. Dibelakang tempat tidur terdapat meja kerja. Dan di sebelah kiri bed, ada dua buah sofa merah yang berdekatan dengan area "ngeteh santai" tadi.
WhatsApp Image 2017-12-25 at 1.44.57 PM.jpeg
WhatsApp Image 2017-12-25 at 1.44.57 PM (1).jpeg
WhatsApp Image 2017-12-25 at 1.44.57 PM (2).jpeg
WhatsApp Image 2017-12-26 at 3.18.26 PM.jpeg
Nah, Sebenarnya ada juga kolam renang Indoor dan outdoor di hotel ini, tapi berhubung Hamdi dan Ahza nggak ikut, aku kurang menikmati berenang tanpa mereka. Enaknya memang untuk berenang santai di hotel begini ya dengan anak-anak. Kalau anak-anak nggak ikut, ya sudah menikmati kamar aja dong kita yaaa.
Untuk menghilangkan rasa penasaran, ini foto kolam renang indoor dan outdoor yang aku comot dari internet.
Screen Shot 2018-01-11 at 1.48.25 PM.png![Screen Shot 2018-01-11 at 1.49.03 PM.png]
()
Bagaimana dengan sarapannya?
Hmmm, kalau sarapan di hotel, aku jadi ingat Hamdi. Hamdi yang paling doyan explore semua sudut untuk mengambil makanan. Kecil-kecil begitu, makannya banyak loh. Tapi kali ini nggak ada Hamdi dan Ahza. Hanya ada aku dengan lambung yang kecil dan Suamiku yang memang sedang menjaga tubuh untuk makan-makanan yang sehat-sehat saja.
Tapi walau lambungku kecil, aku tetap berkeliling untuk melihat-lihat jenis makanan yang disajikan untuk sarapan. Cukup lengkap kok, mulai dari nasi biasa beserta lauknya, nasi kuning, makanan india, bubur, cake yang beraneka ragam, ragam minuman dan bermacam roti. lapak-lapak mini yang menyediakan makanan dan cake panas. seperti telur yang langsung dipesan, pancake, dan lainnya. Lalu, aku makannya apa?
Aku mengambil pancake yang disiapkan panas, telur dadar, teh manis hangat, dan infused water. Udah itu aja.
Secara keseluruhan aku merekomendasikan hotel ini untuk berbagai keperluan. Apakah itu untuk honeymoon, santai sekeluarga (karena kamar amat sangat luar dan cukup lapang jika pun kita beranak pinak hanya dalam 1 kamar saja), bisa juga untuk urusan pekerjaan karena di setiap kamar disediakan area ruang kerja dengan fasilitas berbeda-beda.
Tapi berhubung niat kami hanya berlibur dan santai berdua, maka apalah guna meja kerja itu, iya kaan.
Sekarang kita ngomongin Rate yaaaa. Kalau kita lihat di websitenya Hotel ini adalah hotel bintang 5. Untuk Armani Suite room ini, rate nya Rp 1,526.000. Kamar ini bukan kamar yang paling mahal, masih dalam harga standar di hotel ini. Tapi kalau mau lebih murah, bisa kok memesan dari berbagai travel online seperti Traveloka, pegi-pegi, dan semacamnya. Suamiku memesan dari traveloka, dan mendapatkan harga lebih murah pada saat liburan kemaren. Info fasilitas bisa langsung meluncur ke websitenya http://merlynnparkhotel.com/ atau agen travel online.
Sekian dulu reviewku untuk Merlynn Park Hotel, Insya Allah akan dilanjut dengan Review Hotel Salak Bogor, Aston Pasteur Bandung, Aston Marina Ancol, dan The Salis Hotel, Bandung. Oh iyaa, nggak ketinggalan, penginapan milik keluargaku sendiri, "Pondok Cemara" Medan yaaa.

Sabtu, 22 Juli 2017

Kamu Memberi Hutang, Kamu yang di Unfriend? Udah, Ikhlas Aja.


Pernah meminjamkan uang, tapi tidak dibayar sama sekali? Aku pernah.
Pernah meminjamkan uang, tapi yang pinjam bilang udah transfer padahal dilihat dari transaksinya belum sama sekali? Aku pernah.
Pernah meminjamkan uang kepada calon pasangan yang sangat butuh untuk biaya mereka menikah, tapi akhirnya akun fb kita di remove tanpa tau sebabnya? Aku pernah.

Apa yang aku lakukan? Yang mana? Yang tidak dibayar sama sekali? Yaaa... sudah pernah sih aku ingatkan lewat WA dan sms, tapi responnya tidak ada. Angka hutang nyampe hitungan juta. Sedangkan kondisinya dia ketika itu masih mahasiswa yang bekerja paruh waktu di usahaku. Akhirnya, ya sudahlah, aku ikhlaskan dulu hingga dia mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membayar hutang-hutangnya.
Empat tahun berlalu, kabar pun tiada.
Nah tipe peminjam yang tak bayar, bukan cuma satu, tapi ya beberapa kali. Dan suamiku mengikhlaskan. Berhubung suami ikhlas, aku pun jadi ikut legowo saja.

Selasa, 25 April 2017

Masih Bisa Tidur Siang dengan Bisnis Online

Aku sudah mulai ber-bisnis online sejak tahun 2013. Saat itu dimulai dengan berjualan aksessoris seperti gelang, cincin, dan liontin yang aku ambil dari Hongkong dan China. Sedangkan fokus ke mukena dimulai sejak perpindahanku dari Banda Aceh ke Depok. Mengapa akhirnya aku tertarik dengan bisnis online mukena?
Alasan pertama, ternyata mukena memang sangat banyak peminatnya terutama menjelang Ramadhan dan lebaran. Selain itu, tidak seperti pakaian, mukena ini juga tidak perlu pusing dengan size yang harus bermacam-macam. Sedangkan pakaian, setiap size harus kita sediakan. dan akan ada kemungkinan beberapa size ini kurang peminatnya. Ini adalah contoh mukena yang sudah aku produksi sendiri, dan berlangsung sampai produksi ke 4:

                               

Senin, 24 April 2017

My Skincare Routine (Clinique, Laneign) + Review SK II dan Erha 21

Lama sekali tak pulang ke rumah ini. Aku terbuai dengan dunia lain selain tulis menulis. Dunia keluarga dan pernak-perniknya tentu. Sejak tulisan terakhir, setelah lebaran, asisten rumah tanggaku yang bekerja setengah hari berhenti bekerja. Maka jadilah aku mengerjakan semuanya sendiri sampai sekarang. Semua? Ya ... se mu aaaa. Mulai dari mencuci piring, pakaian, menjemur, menyetrika, menyapu, mengepel, membereskan kamar, lap ini, lap itu, dan sesekali memasak (karena terkadang juga beli diluar), hingga wajahku sering sekali terkena debu.

Ntahlah, menurut pengamatanku terhadap wajah ini yang sebelumnya tak banyak masalah terutama jerawat, jerawatku mulai tumbuh sejak aku berkutat dengan debu dan teman-temannya, ditambah juga belakangan aku rutin berenang. Jadi selain berjerawat, wajahku juga menghitam, nggak sehatlah karena terlalu sering terkena air kolam renang yang banyak kaporitnya. Memang sih, jerawat yang muncul itu cuma 1 atau dua silih berganti, tapi cukup mengganggu. Belum lagi wajah juga bruntusan akibat air kolam renang.

Sebelumnya untuk wajah, aku puas hanya dengan memakai Clarifying Toner Lotion 2 dari Clinique untuk membersihkan wajahku, dan lalu pakai Sunscream dari Dr. Ritut (Klinik kecantikan dan akupuntur Medan).

Pakai Toner Clinique ini sudah cukup lama, sejak kuliah sekitar tahun 2000, yang waktu itu aku juga rutin pakai 3 step nya. (Sabun, toner, krim). Namun sejak menikah, sabun dan krim aku pangkas untuk menghemat pengeluaran, dan aku ganti dengan merk lain (Biasalah, apalagi setelah punya anak, perlengkapan dan pempers anak lebih penting kaaan). Ketika anak-anak sudah bebas ASI semua, baru aku pakai Sunscream dari Dr. Ritut.

Banyak yang bilang, wajahku bersih, cerah, glowing, dan tanpa masalah. Cerahnya bukan putih merah-merah ala krim dokter biasanya, tapi cerah secukupnyalah. Kalau dibandingkan dengan leher...warnanya sama. Asal bukan dengan punggung telapak tangan ya, secara selama di Depok, aku selalu naik motor tanpa pelindung tangan. Jadi, punggung telapak tanganku lebih hitam.


Aku yang tengah.

Minggu, 10 Juli 2016

Stupid Ending of Reply 1988

Selama blog ini dibuat, rasanya belum sekalipun aku menulis review drama korea yang aku tonton. Tapi untuk drama yang satu ini, jariku gatal ingin menulis dan mengeluarkan uneg-uneg yang membuat aku sakit kepala setelah melihat Ending Reply 1988.

Dari tiga drama seri Reply yang ditulis oleh Lee Woo Jung, sebelumnya hanya Reply 1997 yang baru aku tonton. Jujur saja, peran Ryoo Joon Yeol dalam Lucky Romance yang membawaku menonton Reply 1988. Pemeran utama di drama Lucky Romance ini bagiku adalah wajah baru. Tidak ganteng, matanya terlalu sipit, tapi kok ya aktingnya bikin aku pengin nonton dramanya yang lain.


Aku coba tonton episode 1 dan 2, ternyata sudah jatuh hati. Tak salah lagi, tetap jatuh hati dengan karakter Jung Hwan dan Duk Sun. Dari awal memang sepertinya dua karakter ini yang pantas menjadi pasangan suami istri yang sedang diwawancai di masa depan dalam tampilan-tampilan beberapa episode. Terlebih, sudah merasa ikut nelangsa dan frustasi dengan beberapa kesalahpahaman hubungan Jung Hwan dan Duk Sun.  Seperti kemeja Pink yang dipakai oleh Jung Bong, lalu langkah mundur Jung Hwan ketika mendengar pengakuan Taek yang ternyata juga menyukai Duk Sun, Telatnya langkah Jung Hwan ketika ingin mengejar Duk Sun di sebuah konser dan akhirnya didahului Taek, dan lagi-lagi Jung Hwan kalah cepat dari Taek ketika ingin menenangkan Duk Sun yang duduk sendiri setelah melihat hasil konseling sekolahnya.
Dan beberapa adegan yang membuatku jatuh hati dengan karakter mereka.

Kamis, 16 Juni 2016

Program Ramadhan "Buat tabelnya, Pakai angka, Konkrit, dan Laksanakan!"

Ayahnya lagi di Bandung, Mamanya juga berhalangan sholat. Tarawih harus tetap terlaksana, ya kan Nak.
Awal sebelum puasa, kami berdiskusi ringan tentang target capaian ramadhan kali ini. Tak usah aku, tak usah pula ayahnya yang aku ceritakan. Tapi dua krucil ini.
Kukatakan, "Mama baru mendengar tausiah seorang ustadzah beberapa waktu lalu. Katanya; Jika ingin punya pencapaian yang lebih baik, jangan cuma niat aja. Tapi buat tabel dan angka secara kongkrit. 
Kalau mau tilawah, berapa kali khatam?
Kalau mau sedekah dan infak, tulis nominalnya di tabel.
Kalau mau murojaah, targetkan berapa persen dari jumlah hafalan.
Ingin menambah hafalan? Tulis jumlah juz nya.
Buat tabelnya, pakai angka, konkrit, dan laksanakan!"